News

rumah tahan gempa

Cara Mudah Membangun Rumah Tahan Gempa

Fondasi rumah tahan gempa memang berbeda dengan fondasi yang digunakan untuk rumah biasa. Hal ini karena sifatnya yang harus jauh lebih kuat menahan beban serta guncangan akibat gempa. Fungsinya memang sama yaitu sama-sama menahan beban dan bobot konstruksi di atasnya. Namun, manfaatnya jelas berbeda.

Agar rumah menjadi tahan gempa, maka harus dimulai dari fondasinya yang anti gempa juga. Sistem yang saling menghubungkan antara satu bagian rumah dengan bagian yang lain agar menjadi kesatuan yang utuh merupakan kriteria dari fondasi anti gempa. Nah, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara untuk membangun agar rumah tahan terhadap gempa?

rumah tahan gempa
Rumah Tahan Gempa Rumakota

Contoh teknik pengerjaan fondasi

Sebelum mulai membangun fondasi rumah anti gempa, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami. Diantara adalah:

  • Dalamnya tanah yang perlu digali adalah sekitar 70 cm hal ini berguna agar getaran atau guncangan gempa bisa semakin teredam. Kemudian supaya tanah bisa menahan dengan kokoh maka perlu dibuat dinding tanah dengan posisi miring dan perbandingannya 5:1.
  • Bagian dasar galian perlu dilapisi dengan timbunan pasir sedalam 10 cm.
  • Tinggi fondasi sekitar 45 sampai 60 cm.
  • Campuran pembuatan fondasi harus dibuat dengan perbandingan 1:4 untuk semen dan pasir. Hal ini berlaku jika fondasi dibuat dengan batu kali.
  • Sloof dibuat setiap 1,5 meter dengan tulang baja berdiameter 12 mm, jika Anda hendak membuat fondasi menerus.
  • Agar tumpuan beban lebih merata, sloof diletakkan di atas fondasi. Perbandingan pembuatan sloof adalah 1:2:3 untuk semen, pasir, kerikil dan air setengah dari volume semen.
Rumah Tahan Gempa
Rumah Tahan Gempa

Cara membangun fondasi Rumah Tahan Gempa

  • Letak fondasi pada tanah yang keras

Supaya fondasi rumah bisa kokoh dan kuat, maka tanah yang digunakan untuk fondasi haruslah tanah yang keras dan kokoh. Hal ini karena tanah yang keras dan kokoh mampu untuk menyalurkan beban bangunan ke tanah di sekitarnya, sehingga bangunan tetap bisa berdiri kokoh dengan baik.

Apabila tanah yang akan digunakan untuk konstruksi bangunan tahan gempa kurang keras dan kurang kokoh, maka harus dilakukan pengerjaan terlebih dahulu guna memperkuat tanah. Setelah itu tidak boleh langsung ditimpa dengan material fondasi. Tanah perlu dibiarkan beberapa hari terlebih dahulu selama beberapa hari.

Selama itu pun tanah disirami dan dipadatkan secara manual guna membuat lapisan tanah semakin stabil. Jika dirasa masih kurang, Anda bisa menambahkan lapisan pasir batu atau kerikil di dasar fondasi lalu dipadatkan dengan bantuan mesin stamper. Hal ini dilakukan untuk memperkuat fondasi rumah tahan gempa.

  • Tingkat kedalaman fondasi

Pada umumnya, fondasi yang sering digunakan untuk rumah tahan gempa menggunakan sistem fondasi batu kali menerus yang menghubungkan fondasi dengan sloof. Batu kali tersebut minimal diletakkan pada kedalaman 45 cm dari permukaan tanah. Ini berlaku untuk rumah dengan satu lantai agar lebih kuat.

Sedangkan untuk fondasi rumah 2 lantai kedalaman fondasi yang diperlukan agar lebih kuat adalah 60 cm dari permukaan tanah. Selain itu Anda juga bisa menambahkan fondasi telapak atau fondasi sumuran untuk lokasi tertentu agar daya tahan bangunan lebih kokoh. 

  • Membuat fondasi menerus

Fondasi yang dibuat secara terus menerus tanpa putus merupakan salah satu cara agar rumah menjadi lebih tahan terhadap gempa. Hal yang sering terjadi adalah mengurangi material untuk fondasi dan tidak membuat fondasi secara terus menerus karena terkendala biaya. Justru, rumah akan lebih rentan roboh saat terjadi guncangan gempa dan daya tahannya tidak bagus. Efek yang bisa ditimbulkan adalah rumah akan mudah retak dan roboh yang malah akan membahayakan penghuninya jika suatu saat terjadi gempa.

  • Penggunaan balok pengikat fondasi

Ketika fondasi batu telah selesai dibuat, kemudian adalah membuat balok pengikat untuk fondasi yang terbuat dari material beton. Pengikat ini bisa disebut dengan sloof. Fungsi dari sloof ini adalah menyalurkan beban bangunan secara merata ke seluruh dasar bangunan. Penggunaan sloof untuk fondasi tidak hanya pada teknik fondasi terus menerus melainkan dapat digunakan untuk fondasi setempat.

Untuk memastikan fondasi batu kali tetap kokoh, harus dipastikan badan sloof terikat dengan angker terikat dengan baik kurang lebih sepanjang setengah meter. Dengan begitu sloof akan semakin menguatkan fondasi batu kali, sehingga rumah anti gempa juga akan semakin kokoh.

  • Fondasi, sloof dan kolom harus diikat satu sama lain.

Langkah yang terakhir untuk fondasi rumah anti gempa adalah keseluruhan bagian fondasi, sloof dan kolom diikat menjadi satu. Hal yang penting adalah memastikan semua bagian tersebut terikat dengan kokoh dan terintegrasi dengan baik. Kegunaannya adalah agar getaran dari gempa bisa disebarkan secara merata. Sehingga rumah atau bangunan akan jauh lebih kuat dan kokoh terhadap guncangan.

Sering kali jarang yang memperhatikan hal ini karena jasa bangun rumah tahan gempa dianggap lebih membutuhkan banyak material, yang secara langsung akan berdampak pada banyaknya biaya. Namun, sekarang pemerintah sudah merekomendasikan desain rumah anti gempa yang jauh lebih murah dan mudah dibuat.

Fondasi rumah Barrataga konsep rumah tahan gempa terbaik

Komponen struktur Barrataga seperti dinding, rangka dan fondasi dibuat sedemikian rupa agar menghasilkan bangunan yang kokoh dan daktail. Barrataga merupakan singkatan dari Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa yang mulai dikembangkan sejak tahun 2000. Banyak referensi yang dipergunakan dalam membangun desain rumah serta fondasinya, contohnya bangunan aman gempa oleh Kementarian PUPR dan Jepang.

rumah tahan gempa
rumah tahan gempa rumakota residence

Inilah sebabnya hunian Barrataga sudah terbukti dan teruji kokoh terhadap goncangan gempa, contohnya pada saat gempa Jogja tahun 2006 silam. Barrataga sendiri merupakan rumah anti gempa tembokan yang dikategorikan sebagai rumah konvensional sehingga tampilan bangunannya tetap cantik dan bisa dibangun sesuai kebutuhan konsumen akan rumah konvensional minimalis. Fondasi rumah tahan gempa dari Barrataga juga selalu mendapatkan inovasi modern tiap waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mulai Chat lewat WA
Pesan Sekarang
Halo, Ada yang Bisa Kami Bantu?